Ditjen TPD
Jemput Bola Catat Hasil, 61.112 KK Sleman Terdaftar Perlinsos Digital
Sleman, DJTPD - Ditjen Teknologi Pemerintah Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat 61.112 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah terdaftar dalam portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital per 7 Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 19 kali lipat dibandingkan awal Juli yang tercatat sebanyak 3.183 KK.
Peningkatan tersebut terjadi setelah Pemerintah Kabupaten Sleman menjalankan pendaftaran dengan pendekatan jemput bola. Petugas mendatangi kelurahan dan padukuhan untuk membantu masyarakat melakukan pendataan sekaligus memahami proses pendaftaran Perlinsos Digital.
Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital, Mira Tayyiba, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran petugas secara langsung di tengah masyarakat menjadi salah satu kunci memperluas partisipasi dalam layanan digital pemerintah.
“Per tanggal 7 Agustus 2026, sebanyak 61.112 KK di Kabupaten Sleman terdaftar di portal Perlinsos. Jadi rupanya resepnya adalah jemput bola,” ujar Mira dalam Pelaksanaan Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital di Kelurahan Donoharjo, Kabupaten Sleman, Kamis (13/8/2026).
Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital, Mira Tayyiba saat menyampaikan laporan pada kegiatan Pelaksanaan Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital Kabupaten Sleman di Kelurahan Donoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/08/2026).
Menurut Mira, kenaikan jumlah pendaftar dalam waktu sekitar satu bulan menunjukkan perubahan signifikan setelah pemerintah daerah mengintensifkan pendataan di tingkat masyarakat.
“Ini kerja keras Pak Bupati dan jajaran. Dalam satu bulan terakhir pendaftaran itu naik 19 kali lipat. Jadi awalnya di awal bulan Juli baru sebanyak 3.183 KK,” katanya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya saat menyampaikan laporan pada kegiatan Pelaksanaan Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital Kabupaten Sleman di Kelurahan Donoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/08/2026).
Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman melibatkan 2.862 agen Perlinsos yang tersebar di berbagai wilayah. Para agen mendatangi kelurahan dan padukuhan untuk membantu warga mengikuti proses pendaftaran.
“Para agen di Sleman secara aktif melakukan jemput bola ke kelurahan dan padukuhan setiap hari. Mereka melakukan pendataan sekaligus membantu masyarakat memahami dan mengikuti proses Perlinsos Digital,” ujar Harda.
Pemerintah Kabupaten Sleman juga menggunakan kanal komunikasi publik untuk menjangkau masyarakat yang belum mengikuti pendaftaran. Publikasi melalui media sosial resmi pemerintah daerah tercatat mencapai lebih dari 87 ribu views. Pemerintah daerah juga memasang baliho di sejumlah titik strategis.
Harda mengatakan pendekatan tersebut dilakukan agar proses digitalisasi perlindungan sosial dapat diikuti masyarakat secara luas.
“Kami berharap sosialisasi dan jemput bola ini dapat semakin meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses transformasi digital perlindungan sosial,” katanya.
Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital di Kabupaten Sleman berlangsung di Kelurahan Donoharjo. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turut meninjau proses pendaftaran warga ke portal Perlinsos Digital yang mendapat pendampingan dari para agen Perlinsos.
Capaian Sleman menunjukkan bahwa transformasi layanan sosial membutuhkan pendekatan yang dekat dengan warga. Teknologi menjadi pintu masuk layanan, sementara pendampingan langsung membantu masyarakat melewati proses pendaftaran dan masuk ke dalam sistem perlindungan sosial digital. (frs)
Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital Kabupaten Sleman
Bagikan artikel ini
Artikel Terkait
Dirjen Mira Tayyiba: Digitalisasi Bansos Harus Bisa Koreksi Data yang Keliru!
03 Sep 2026
SPLP Jadi Penghubung Data Pemerintah, Verifikasi Perlinsos Lebih Efisien dan Aman
15 Aug 2026
Waspada Penipuan Bansos Digital, Dirjen TPD: Gunakan Kanal Resmi Pemerintah
14 Aug 2026